Hujan kali ini seolah mengejekku karena sedang tak bisa menikmatinya. Guyurannya yang begitu deras seolah menggodaku untuk berlari ke bawah langit, membiarkan partikel-partikel yang susul menyusul jatuh itu menerpa tubuhku. Aku takut menggigil, takut bertambah pusing. Sial! Seharusnya aku tak sakit. Seharusnya badanku baik-baik saja agar hujan ini tak terasa begitu tragis. Mimpi buruk semalam, ditambah hujan deras ini adalah komposisi yang pas untuk merapal doa, bersimpuh, sedikit menggalau, merenung. Hanya untuk meyakinkan bahwa itu sekadar mimpi absurd yang lenyap seperti asap ketika mata terbuka. Nyatanya hujan kali ini hanya memaksaku untuk berdiam. Kembali ke mimpi buruk semalam. Andai itu benar terjadi, maka aku akan nekad berdiri di bawah hujan, menantang sinar lampu mobil yang menyilaukan itu menerjang ke arah tubuhku. Aku tak sanggup, tak bisa menghadapinya. Hujan memang selalu bisa menjadi alasan untuk sebuah hal. Jangan salahkan mimpi, jangan salahkan hujan. Aku mencintaimu, Why. Halte FIB, di antara godaan hujan deras.
Aku baru saja membayar sebuah karangan bunga yang akan kukirimkan pada pujaanku lewat kurir. Sudah sejak lama aku menjadi pemuja rahasia. Ini bukan karena aku pengecut atau bagaimana, tapi ada sesuatu yang mengharuskanku demikian. Ponsel di sakuku bergetar. Dua buah personal chat masuk. Satu dari Agnes, satu lagi dari Juna. Agnes adalah gadis pertama yang kukenal di SMA. Dia juga sekaligus gadis yang pertama kali kusukai. Sedangkan Juna adalah teman sebangkuku sejak kelas 2 SMP. Sialnya dia mengaku suka pada Agnes. Mereka berdua sahabatku. Sahabat yang kini sedang menjalin cinta. Agnes: aku putus dengan Juna. :’( Juna: kami putus. Apa-apaan ini? Setelah aku berjuang keras menyembunyikan rasa sukaku pada Agnes, mencintainya dalam diam dan membiarkan Juna menyatakan cintanya tiga bulan silam, lalu mereka putus begitu saja? Aku tidak terima. Aku masih ingat jelas bagaimana raut wajah Agnes ketika mendapat pengakua...
Keren...���� jadi kangen hujan~
BalasHapusThanks!! Terima kasih ya sudah meninggalkan jejak. 😊
Hapus