Aku menendang keras-keras sebuah kaleng minuman kosong di dekat kakiku. Kulakukan keisengan itu untuk membantuku menghilangkan rasa sakit hati dan kekecewaan yang begitu terasa. Dunia sedang tidak berpihak padaku. Bahkan mendung di atas kepalaku membuat hatiku semakin terasa sakit. Angin dingin memaksaku menutup jaket rapat-rapat. Bagaimana tidak kecewa jika kau, orang yang begitu kupuja, tengah berada pada jarak paling dekat denganku namun aku tidak bisa bertemu bahkan melihatmu secara langsung. Kau tahu, itu sangat konyol. Aku sudah mempersiapkan dana dan penampilan sejak setahun lalu untuk bertemu denganmu. Kau yang menjanjikan akan datang ke Indonesia. Bahkan Agensimu memasang baliho superbesar di persimpangan jalan ke arah rumahku. Kau dengan setelan jas dan piano putih yang megah tersenyum sepanjang hari tak peduli hujan badai sekalipun. Sebaris kata di samping pundakmu berhasil menghipnotis puluha pasang mata, mataku juga. Setiap hari ketika aku sedang tidak sibuk menulis, ak...
Belajar dari hidup, belajar menjadi hidup.