Senja Selanjutnya Semburat jingga telah pergi beberapa saat tadi. Kini langit di jendela kamarku berubah ungu. Mungkin sebentar lagi akan muncul bintang-bintang cantik yang berbinar-binar. Namun di tempat seperti ini akan sangat sulit mengharapkan munculnya bintang. Cahaya dari bumi yang terpancar ke langit meredupkan sinar mereka. Bintang pun enggan untuk tampak. Mungkin mereka lelah karena terus beradu dengan sinar menyilaukan yang sangat tidak bersahabat. Manusia di bumi memang suka sekali melebih-lebihkan hidupnya. Mereka menerangi ruang-ruang kosong dengan jutaan watt. Mereka membuat taman lampu yang indah untuk dinikmati sendiri tanpa memikirkan perasaan alam. Bahkan bintang pun tidak setuju dengan ini. Tapi tempat berdiam bintang terlalu jauh untuk menyampaikan pesannya pada manusia. Hanya mereka yang selalu melihat langitlah yang terkadang mengerti. Lama sekali yang kutatap hanya langit kosong. Warna ungunya telah berubah lebih hitam, namun tidak hitam. Hanya saja m...
Belajar dari hidup, belajar menjadi hidup.